Menuju KA-FoSSEI yang Lebih Baik

Menindaklanjuti pertemuan alumni FoSSEI pada Sabtu, tanggal 27 Maret 2010, bertempat di Musholla Kantor Batasa Capital Jakarta, maka diadakan pertemuan tim kecil untuk menentukan bagaimana kelanjutan perjuangan para alumni FoSSEI pada pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Pertemuan lanjutan telah dilaksanakan pada sabtu, tanggal 10 April 2010 bertempat di ruang training iB SiAga, kantor pusat masyarakat ekonomi syariah.   Pada pertemuan tim kecil, dihadiri oleh beberapa perwakilan alumni yang mewakili angkatan pergerakan di FoSSEI. Para alumni yang berbeda angkatan ini mempunyai semangat yang sama yaitu ingin tetap memberikan kontribusi apapun juga bagi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Maka dengan itu, tim menyepakati beberapa hal sebagai berikut :

1. Apapun bentuk dan nama organisasi alumni, bukan merupakan suatu hal yang utama. Fokus utama alumni adalah bagaimana saling bersinergi dan saling bahu-membahu memberikan kontribusi yang jelas dan riil bagi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.

2. Alumni semua menyadari bahwa vakumnya KA-FoSSEI pada 3 thn terakhir merupakan sebuah pembelajaran berharga yang harus diperbaiki di masa mendatang dan berusaha untuk tidak mengulangi kembali. Terpilihnya ketua umum KA-FoSSEIsaat itu, merupakan hasil keputusan semua alumni dan kevakuman beliau juga menjadi tanggung jawab seluruh alumni .

3. organisasi KA-FoSSEI harus tetap dipertahankan sebagai satu-satunya organisasi alumni FoSSEI yang ada dan bertugas menampung semua potensi alumni sebagai wadah memberikan kontribusi riil kepada ekonomi syariah di Indonesia. Dan menutup peluang bagi munculnya berbagai organisasi alumni FoSSEI yang berbeda -beda sehingga menimbulkan keadaan yang kontradiktif.

4. Untuk menguatkan kembali peran organisasi alumni KA-FoSSEI, tim kecil bersepakat untuk mengundang semua alumni FoSSEI pada acara Silaturahmi Nasional & MUNAS III KA-FoSSEI yang akan dilaksanakan pada sabtu, tanggal 8 mei 2010, pkul 09.00 – 13.00 WIB di Jakarta. Informasi tempat akan menyusul. Untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut, tim kecil bersepakat membentuk 2 tim, yaitu tim teknis dan tim konten. Tim teknis bertanggung jawab teknis agar acara dapat berlangsung dengan baik, sedangkan tim konten bertanggung jawab menyiapkan konten apa yang akan dibahas di dalam forum tersebut.

5. Pada sabtu, 24 April 2010, tim konten mengadakan rapat perdana untuk menetapkan daftar isian masalah yang akan dibahas pada acara sebagaimana tersebut pada poin 4. Beberapa poin yang disepakati untuk di usulkan kepada seluruh peserta adalah sebagai berikut :

a. Peserta yang berhak hadir adalah Seluruh alumni FoSSEI. Alumni FoSSEI yang dimaksud adalah Alumni KSEI (yang tergabung di dalam FoSSEI) dan telah lulus secara akademik di perguruan tinggi masing-masing.

b. KA-FoSSEI sebelumnya memakai kepemimpinan tunggal, yaitu 1 ketua. Dampak negatifnya adalah ketika ketua tersebut berhalangan atau pindah keluar kota atau vakum , dll, maka organisasi menjadi vakum karena sekretaris dan bendahara dibawahnya tidak berhak bertindak sebagai ketua.

SOLUSI : bentuk kepemimpinan KA-FoSSEI akan diubah menjadi kolegial, yaitu Ketua Umum yang didampingi 4 ketua. Sehingga ketika ketua umum vakum atau berhalangan, maka 4 ketua lainnya dapat menunjuk ketua umum baru dari mereka berempat. Sehingga kepemimpinan organisasi tetap ada dan roda organisasi tetap bergerak. Pada saat munas, calon ketua dengan suara terbanyak akan terpilih menjadi Ketua Umum, dan 4 calon ketua yang memiliki suara terbanyak berikutnya akan terpilih menjadi 4 ketua mendampingi ketua umum.

c. Alumni FoSSEi secara umum memiliki kesibukan masing-masing, namun mempunyai keinginan yang sama untuk tetap berkontribusi bagi perkembangan ekonomi syariah dengan kemampuan serta network yang dmiliki. Sehingga peran serta alumni ke organisasi sering tidak stabil. Kadang aktif, kadang lesu dan kadang vakum total.

SOLUSI : Struktur dan bentuk kepengurusan KA-FoSSEI akan dibentuk sesederhana dan se-fleksibel yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi organisasi. Sehingga program kerja yang telah disepakati tetap bisa berjalan oleh siapapun yang diamanahi.

d. setelah 6 tahun KA-FoSSEI berjalan, disadari belum memberikan kontribusi yang signifikan. Penyebab utamanya adalah masih gamang nya para alumni dan pengurus bagaimana menjalankan organisasi ini. Sehingga banyak program kerja yang gagal berjalan atau tidak efektif mencapai tujuan.

SOLUSI : Pengurus KA-FoSSEI bertindak sebagai mediator bagi seluruh alumni untuk mencari hal yang menjadi interest bersama, lalu mempertemukan alumni yang mempunyai interest yang sama. Setelah itu, pengurus pun menjadi fasilitator agar alumni yang memiliki interest yang sama tersebut, bisa mewujudkan dalam bentuk yang riil dan nyata. Berdasarkan interest yang muncul dari alumni tersebut, KA-FoSSEIakan menetapkan program kerja yang akan dilaksanakan. Mungkin hanya sedikit program kerja yang dapat dilaksanakan, tetapi program yang sedikit itu dijamin berjalan dan mampu mencapai tujuan yang diinginkan bersama.

Untuk itu, media milis KA-FoSSEI harus diaktifkan kembali sebagai media komunikasi online, dan pertemuan bulanan alumni sebagai media komunikasi offline. 2 media komunikasi ini digunakan sebagai media untuk menggali hal-hal yang menarik (interest) sesama alumni.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *